Tak hanya itu, Prabowo juga mendorong keterlibatan TNI dan Polri, termasuk pasukan Zeni dan Brimob, untuk mendukung pembangunan jembatan di desa-desa.
"Kerahkan batalion-batalion Zeni untuk membantu, saya juga meminta polisi turun, saya meminta itu kompi-kompi Brimob terjunkan bantu rakyat di desa-desa untuk atasi masalah jembatan ini menjadi prioritas, karena saya tidak rela anak-anak seperti itu setiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah," tegas Prabowo.
Prabowo turut menyoroti perilaku sebagian elite yang menurutnya kurang menunjukkan kepekaan terhadap kondisi rakyat dan lebih sibuk berdebat tanpa menghasilkan solusi.
"Tidak dengan teori, tidak dengan gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak mengejek. Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata," kata Prabowo.
Prabowo menyoroti kondisi memprihatinkan yang masih dialami sejumlah pelajar di daerah terpencil. Prabowo pun meminta menayangkan sebuah video yang memperlihatkan anak-anak harus menyeberangi sungai setiap hari demi bisa sampai ke sekolah.
Dalam video tersebut tampak para pelajar yang selalu kebasahan, baik ketika berangkat maupun pulang sekolah. Melihat kondisi itu, Prabowo dengan tegas meminta agar para koruptor menyaksikan video tersebut.
“Coba, itu anak-anak yang ke sekolah harus nyebrang sungai setiap hari. Tayangkan itu. Ini koruptor-koruptor lihat ini! Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah,” ujar Prabowo.
Video itu menampilkan seorang pelajar dari Nias yang mengeluhkan perjuangan dirinya dan teman-temannya yang kerap harus menantang derasnya sungai. Ada pula anak-anak SD yang menggunakan rakit untuk menyebrangi sungai sebelum menuju sekolah.
“Kami keseringan dihambat banjir di saat kami pergi ke sekolah. Dan kami mohon kepada Bapak untuk membangun jalan kami ini. Karena kami tersiksa kalau pergi ke sekolah,” kata salah seorang pelajar dalam video yang diputar.
Prabowo menegaskan bahwa di era digital seperti saat ini, laporan-laporan mengenai kondisi infrastruktur yang buruk dapat langsung diterima olehnya. Menindaklanjuti video tersebut, dia mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Jembatan untuk menangani persoalan darurat infrastruktur di wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Saudara-saudara, akibat itu, video-video yang dikirim ke saya, saya sudah bentuk Satgas Khusus Darurat Jembatan,” imbuh Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)