Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Tak Peduli Thrifting: Baju Bekas Ilegal Masuk Kita Tutup!

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 02 Desember 2025 |08:24 WIB
Purbaya Tak Peduli Thrifting: Baju Bekas Ilegal Masuk Kita Tutup!
Purbaya Tak Peduli Thrifting: Baju Bekas Ilegal Masuk Kita Tutup! (Foto: Okezone)
A
A
A


Purbaya menilai, mesin pertumbuhan era Presiden SBY adalah pelaku usaha sehingga menciptakan pertumbuhan di angka 6 persen secara rerata. Sementara era Presiden Jokowi, mesin ekonomi diciptakan oleh Pemerintah lewat pembangunan infrastruktur yang masih, hasilnya ekonomi tumbuh rerata 5 persen selama kepemimpinannya.

Dia mengatakan di bawah Pemerintahan Prabowo, kedua mesin ekonomi itu akan coba dihidupkan berbarengan. Baik yang diciptakan oleh sektor swasta, maupun didorong lewat belanja-belanja pemerintah. Caranya, lewat suntikan fiskal untuk mendorong belanja pemerintah, maupun strategi moneter untuk mendorong geliat dunia usaha.

"Saya pikir dengan tadi strategi fiskal, mesin moneter jalan, mesin pemerintah jalan, mesin swasta jalan, domestic market dijaga dengan betul, ekonomi investasi diperbaiki, harusnya 8% enggak susah-susah amat," kata Purbaya.

"Jadi, dengan langkah ini saya harapkan tahun depan kita bisa tumbuh 6%, tahun depannya lebih cepat lagi. Harusnya 4 tahun, 5 tahun lagi sudah kelihatan tuh 8% persennya bisa tercapai apa enggak. Seandainya tak tercapai 8% persen, dapat 7% juga sudah lumayan," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement