JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kementerian Keuangan pada Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini menyasar 36 posisi strategis, dengan pergerakan paling signifikan terjadi di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di tengah upaya penguatan internal institusi.
Purbaya menekankan bahwa rotasi ini adalah langkah krusial bagi transformasi Indonesia menuju negara maju. Ia meminta para pejabat baru untuk meninggalkan zona nyaman dan tidak sekadar bekerja mengikuti rutinitas.
"Kalau kita ingin naik kelas sebagai negara maju, kita tidak bisa puas dengan kondisi yang gini-gini saja," tegas Purbaya saat memberikan arahan, Rabu (28/1/2026).
Bendahara Negara ini mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar perpindahan kursi secara administratif, melainkan penyerahan tugas negara yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan kinerja. Ia mewanti-wanti para pimpinan baru agar selalu mengedepankan etika dalam bekerja.
"Arah dan ekspektasinya adalah kerja serius dan jaga integritas," imbuhnya.
Purbaya juga secara terbuka menanggapi dinamika psikologis yang muncul akibat mutasi. Ia mengakui bahwa keputusan ini mungkin tidak diterima dengan suka cita oleh semua pihak, namun ia meminta agar segala kekecewaan segera dikesampingkan demi tugas negara.
"Bagi sebagian orang, bagi sebagian kecil, mungkin enggak baik ya, kesel, 'kenapa gue pindah'. Ini modal awal untuk bekerja dengan pikiran jernih dan hati yang tulus," ujar Purbaya.
Dari total 36 pejabat yang dilantik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendominasi daftar dengan pengisian posisi kunci mulai dari Sekretaris Direktorat Jenderal, jajaran Direktur di kantor pusat, hingga Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) di seluruh Indonesia.