Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, UMP Jakarta 2026 saat ini masih dalam proses pembahasan oleh Dewan Pengupahan Tripartit yang melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha.
"Yang pertama untuk UMP DKI, sekarang sedang dalam pembahasan Tripartit. Kami menunggu itu," kata Pramono.
Ia menambahkan, jika Tim Tripartit sudah selesai merumuskan, hasil rumusan UMP akan diserahkan kepadanya.
"Kalau nanti sudah dilaporkan kepada Gubernur, tentunya pada saat itu kami akan sampaikan secara terbuka kepada publik," ujar Pramono.
Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luthfi Ridho mengatakan, keputusan pemerintah akan mempertimbangkan kepentingan baik pekerja maupun pengusaha.
"Memang mungkin tidak setinggi apa yang diharapkan buruh, tapi juga tidak serendah apa yang diinginkan para pengusaha," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah akan mencari titik tengah dalam penetapan UMP 2026 agar tetap menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan daya saing dunia usaha.
Ratusan buruh menggelar demo terkait kenaikan UMP DKI Jakarta pada Senin (17/11/2025). Salah satu tuntutan mereka adalah agar UMP 2026 ditetapkan sebesar Rp 6 juta.
Menanggapi tuntutan ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa UMP 2026 masih dalam proses pembahasan dan belum dapat ditentukan nilainya.
"Ya, baru dibahas. Kan saya di ujung saja nanti," ujar Pramono.
Selama proses pembahasan berlangsung, ia juga belum dapat memastikan apakah UMP DKI Jakarta akan naik atau turun.
"Nanti dibahas apakah naik atau turun," tambahnya.
Baca selengkapnya: 4 Fakta UMP 2026: Naik Jadi Rp 6 Juta per Bulan?
(Taufik Fajar)