JAKARTA - Tahun baru 2026 disambut dengan optimisme. Sejumlah target disiapkan, mulai dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk top 10 bursa terbaik dunia hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi bisa menembus level 10.000 tahun ini.
Pada hari pertama perdagangan bursa 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan IHSG akan terus melaju hingga menyentuh level psikologis 10.000 pada akhir tahun ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (2/1/2026), dibuka menguat 0,34% ke level 8.676,74.
Beberapa menit berjalan, IHSG melanjutkan penguatan 0,46% ke 8.686, dengan 350 saham di zona hijau, 175 melemah, dan 433 lainnya stagnan. Transaksi awal menyentuh Rp850 juta, dengan volume 1,4 miliar lembar saham.
Indeks LQ45 menguat 0,12% ke 847,56, indeks JII menguat 0,47% ke 581, indeks MNC36 menguat 0,01% ke 344, dan IDX30 melemah 0,05% ke 437.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, memaparkan arah strategis pasar modal Indonesia untuk lima tahun ke depan. Dalam pembukaan perdagangan perdana tahun ini, Jumat (2/1/2026), BEI meluncurkan Master Plan BEI 2026–2030 yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Iman menegaskan bahwa visi besar pada 2030 adalah membangun pasar modal yang lebih inovatif, transparan, inklusif, dan terkoneksi secara internasional.
"Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran Top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor dan perekonomian nasional," ujar Iman.
Indikator utama target BEI 2026, seperti rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH), diproyeksikan mencapai Rp15 triliun. Target lainnya adalah 555 pencatatan efek baru, termasuk 50 emiten saham baru.
BEI juga membidik penambahan dua juta investor baru melalui penguatan kanal distribusi informasi.
Iman menyadari bahwa pencapaian target ambisius ini memerlukan dukungan penuh dari seluruh ekosistem pasar modal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara otoritas bursa dengan para pelaku pasar.
"Kami percaya agar terwujud visi ini, harus bersinergi seluruh stakeholder. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pelaku kepentingan agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi pasar modal Indonesia," pungkasnya.