“Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber yang bermutu dan tersertifikasi sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian, guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Fadjry menambahkan bahwa kehadiran Balai Besar diharapkan dapat memfasilitasi dan memberikan pendampingan program pembangunan pertanian di daerah.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian. Ia menyebut bahwa penerapan teknologi pertanian mampu meningkatkan produksi secara efisien.
Dia mendorong agar teknologi unggul dan mekanisasi dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung kemandirian pangan.
“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun. Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi penuh,” ucapnya.
(Taufik Fajar)