Mars Ega menilai, penjualan kendaraan hybrid meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kendaraan jenis ini dinilai lebih hemat konsumsi bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil, sehingga turut menekan pertumbuhan konsumsi gasolin.
Senada dengan itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026 yang juga Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menyebut rendahnya pertumbuhan gasolin erat kaitannya dengan perubahan pilihan moda transportasi masyarakat.
"Perkiraan kami, banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Kalau dilihat dari kenaikan avtur yang mencapai sekitar 5,5 persen dan tingginya okupansi kereta api, ini menunjukkan pergeseran ke transportasi massal," kata Erika.
Ia menambahkan, penggunaan bus juga meningkat, yang secara tidak langsung mempengaruhi konsumsi gasolin karena bus umumnya menggunakan bahan bakar solar. Selain itu, penetrasi kendaraan listrik semakin terasa selama periode libur panjang.
"Transaksi di SPKLU meningkat sangat tinggi, sekitar lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik," pungkasnya.
(Taufik Fajar)