Sementara itu, pergerakan pesawat sepanjang Nataru 2025/2026 mencapai sekitar 76 ribu penerbangan, termasuk sekitar 2 ribu penerbangan tambahan (extra flight).
Lima bandara tersibuk adalah Soekarno-Hatta Tangerang (3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan), I Gusti Ngurah Rai Bali (1,4 juta penumpang dengan 9 ribu penerbangan), Juanda Surabaya (863 ribu penumpang dengan 6 ribu penerbangan), Sultan Hasanuddin Makassar (603 ribu penumpang dengan 4 ribu penerbangan), dan Kualanamu Deli Serdang (486 ribu penumpang dengan 4 ribu penerbangan).
Mohammad R Pahlevi mengatakan, pada periode angkutan Nataru 2025/2026 ini InJourney Airports juga mampu mendorong optimalisasi operasional bandara.
“Utilisasi slot time atau ketersedian waktu keberangkatan penerbangan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara secara kumulatif pada Nataru 2025/2026 hampir menyentuh 90% atau lebih tinggi dibandingkan dengan Nataru 2024/2025 sebesar 84 persen. Optimalisasi bandara ini berkat kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak,” katanya.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menuturkan selama periode Nataru 2025/2026 berbagai inisiatif terkait customer experience dijalankan dengan baik pada peak season akhir tahun.
Inisiatif tersebut mencakup antara lain desain tematis Nataru dan aktivitas customer experience (On Ground Activation) di terminal penumpang pesawat.