"Di Canggu itu macetnya sudah luar biasa. Wisatawan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain butuh waktu yang sangat lama. Ini jadi wasting time buat mereka," jelasnya.
Penurunan minat kunjungan ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM pariwisata yang sangat bergantung pada arus wisatawan. Selain itu, kemacetan juga meningkatkan biaya logistik dan operasional usaha di kawasan wisata.
Ferry menilai, percepatan pembangunan transportasi massal terintegrasi dan penataan kawasan wisata menjadi kunci untuk menjaga daya saing Bali ke depan. Tanpa perbaikan signifikan, risiko penurunan kunjungan wisatawan dinilai masih akan berlanjut.
"Kalau masalah transportasi ini tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin wisatawan akan memilih destinasi lain yang lebih nyaman dan efisien," pungkasnya
(Taufik Fajar)