Sementara itu, Lifting Migas masih berada di bawah target, dengan lifting minyak mencapai 577,6 ribu barel per hari (target 605 ribu) dan lifting gas sebesar 965,5 ribu barel setara minyak per hari (target 1.005 ribu).
Sejalan dengan kondisi makro tersebut, realisasi sementara APBN 2025 mencerminkan peran pemerintah sebagai instrumen pelindung ekonomi. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun (91,7 persen dari target), sementara belanja negara lebih ekspansif mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3 persen dari target).
Ketimpangan antara pendapatan dan belanja ini membuat defisit anggaran melebar menjadi 2,92 persen terhadap PDB, atau secara nominal sebesar Rp695,1 triliun.
Purbaya menjelaskan bahwa pelebaran defisit dari rencana awal 2,53 persen ini adalah kebijakan sadar untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini tadi dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi," jelas Purbaya.
Ia menegaskan bahwa meskipun defisit meningkat, pemerintah tetap disiplin menjaga batas aman di bawah 3 persen guna memastikan kesehatan fiskal jangka panjang.
(Taufik Fajar)