Seiring dengan pengembangan kawasan tersebut, Danantara juga terus mencermati proses lelang lahan yang dijalankan RCMC. Otoritas tersebut berperan dalam menetapkan kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan proyek strategis di Kota Makkah. Proses lelang mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan Kompleks Haji Indonesia ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 2026. Sementara itu, operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.
“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” pungkas Pandu
(Dani Jumadil Akhir)