Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Target Investasi Rp2.100 Triliun di 2026, BKPM Andalkan Danantara dan Forum WEF

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 09 Januari 2026 |18:08 WIB
Kejar Target Investasi Rp2.100 Triliun di 2026, BKPM Andalkan Danantara dan Forum WEF
Kejar Target Investasi di 2026 (Foto: Okezone)
A
A
A

Menurutnya, Indonesia akan menjadi global supply chain global meski di tengah gejolak geopolitik yang belakangan terjadi. 

Kondisi inilah yang diyakini membuat perekonomian Indonesia cenderung stabil meski terjadi dinamika global. Pasalnya beberapa komoditas dari Indonesia akan tetap dibutuhkan banyak negara meskipun konflik tengah berlangsung. Seperti batubara, bauksit, nikel, dan komoditas lainnya.

"Kalau orang bertanya, Indonesia ekonominya bisa tetap tumbuh. Sebenarnya apa sih bahan bakarnya, punya apa sih sebenernya Indonesia? Jawabannya, kita masih punya batubara, karena kita masih punya nikel, gas, bauksit, dan banyak hal yang lainya," kata Nurul Ichwan.

"Memang itu bukan duit, tapi global akan membutuhkan suplai itu dari Indonesia. Kita masih punya cadangan itu, jadi itu logis yang ada di Indonesia. Jadi kondisi dunia seperti apapun, hampir bisa dipastikan Indonesia is going to be a part of this global supply chain," tambahnya.

Menurut Nurul Ichwan, kombinasi antara cadangan sumber daya alam, jumlah populasi yang besar, hingga stabilitas politik yang terjaga, akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki prospek investasi bagus kedepannya dan dilirik oleh banyak negara.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief menambahkan WEF merupakan ruang strategis untuk menjembatani antara kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi. 

Sebab forum ini akan menjadi akses bagi Danantara dikenal oleh banyak negara dan membangun hubungan bisnis dengan negara lain.

"Kami melihat ini suatu kesempatan strategis. Tentu sektor strategis yang menjadi prioritas kami, adalah yang menjadi pembangunan nasional. Seperti transisi energi, ketahanan pangan, dan pengembangan industri yang bernilai tambah," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement