Hingga pertengahan Januari 2026, memang belum ada perusahaan yang meresmikan pencatatan saham perdana (listing). Meski demikian, aktivitas di pasar surat utang sudah lebih dulu melaju kencang.
Pada periode yang sama, BEI mencatat penerbitan 9 emisi dari 7 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total penghimpunan dana mencapai Rp5,85 triliun.
Selain itu, masih terdapat 10 emisi EBUS dari lima perusahaan yang masuk dalam daftar tunggu penerbitan.
Di sisi lain, mekanisme penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) juga terpantau aktif.
Tercatat tiga perusahaan telah menuntaskan rights issue dengan perolehan dana sebesar Rp2,90 triliun. Tren ini diperkirakan akan berlanjut seiring adanya satu perusahaan dari sektor properti dan real estat yang kini sedang mengantre untuk melaksanakan aksi korporasi serupa.
Pencapaian di awal tahun ini memberikan indikasi bahwa optimisme dunia usaha untuk mencari pendanaan di pasar modal masih cukup kuat, baik melalui instrumen ekuitas maupun surat utang.