Purbaya juga menepis kecurigaan bahwa kedekatan Thomas dengan pemerintah akan membuat Bank Indonesia dijadikan sumber "dana talangan" untuk membiayai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia dan tidak memerlukan pembiayaan dari bank sentral.
"MBG kan cukup. Tahun sekarang kan 335 triliun, itu pun sudah didesain di anggarannya, harusnya cukup. Saya enggak perlu uang Bank Sentral untuk itu. Jadi kita akan jaga independensi Bank Sentral dengan Pemerintah semaksimal mungkin... Saya enggak akan meres Bank Sentral untuk biayain program pembangunan kita," tambah Menkeu.
Purbaya menekankan bahwa koordinasi yang erat selama ini merupakan bentuk sinergi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, bukan intervensi yang merusak tatanan.
"Selama ini kan cuman sinergi ke arah yang lebih bagus kan? Kalau itu bukan intervensi, kerja sama. Betul enggak? Nanti kalau ada intervensi Pemerintah yang berlebihan yang dianggap itu kan bisa kelihatan publik,” jelas Purbaya.
Tanda-tanda finalisasi pertukaran jabatan ini semakin kuat setelah Juda Agung kedapatan menyambangi kantor Kementerian Keuangan untuk bertemu dengan Menkeu Purbaya pada Selasa pagi. Pertemuan ini berlangsung lebih awal dari jadwal semula yang direncanakan pada pukul 13.00 WIB.
Meski tidak dirinci poin per poin pembahasannya, pertemuan tersebut diyakini merupakan tahap krusial dalam koordinasi transisi posisi Juda Agung yang disebut-sebut akan segera mengisi posisi strategis di lingkungan kementerian pasca mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI.
(Dani Jumadil Akhir)