Di sisi lain, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial melalui pemberian insentif likuiditas serta percepatan digitalisasi pembiayaan untuk mendorong penyaluran kredit perbankan. Hingga awal Januari 2026, total insentif likuiditas yang disalurkan mencapai sekitar Rp397,9 triliun, dengan penyaluran terbesar kepada bank-bank BUMN sebesar Rp182,9 triliun.
Insentif tersebut difokuskan pada sektor-sektor prioritas, seperti pertanian, industri, hilirisasi, jasa, ekonomi kreatif, UMKM, perumahan rakyat, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.