Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesan Purbaya ke Pegawai Pajak: Macam-Macam Kita Pecat!

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |14:31 WIB
Pesan Purbaya ke Pegawai Pajak: Macam-Macam Kita Pecat!
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pergantian jabatan di lingkungan pajak merupakan bentuk pembersihan terhadap oknum yang tengah terseret masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Purbaya, langkah ini diambil agar pelayanan publik tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang dijalani oleh pejabat sebelumnya.

"Kita ambil langkah untuk mengganti secepatnya yang sedang ada bermasalah di KPK. Ya, dipindah, diganti. Diistirahatkan dulu sementara di rumah, kan nanti kita cari jabatan yang pas untuk dia," tegas Purbaya di Aula Gedung Pajak Madya, Kamis (22/1/2026).

Purbaya menekankan bahwa pencopotan ini bukan hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga sebagai bentuk sanksi bagi pimpinan (Kepala Kanwil) yang dianggap lalai dalam mengawasi bawahannya. Menurutnya, seorang atasan tidak bisa lepas tangan atas penyimpangan yang terjadi di unit kerjanya.

“Saya ini hanya ingin memberikan pesan kepada para pejabat-pejabat yang di atas. Bahwa kalau anak buahnya ada ngaco-ngaco, dan mereka tidak mendeteksi apa-apa, bukan berarti mereka bisa lepas dari tanggung jawabnya. Ini hanya konfirmasi kepada para pejabat-pejabat bahwa mereka harus mengendalikan orang-orang di bawahnya,” ujar Purbaya.

Dia juga menyoroti adanya hambatan internal berupa isu "backing" atau pelindung bagi oknum-oknum bermasalah yang membuat jajaran di bawahnya segan untuk bertindak. Purbaya mengaku telah mendengar isu tersebut secara samar-samar dan meminta jajarannya untuk berani melapor langsung kepadanya.

 

"Itu yang saya heran itu gitu. Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada backing-nya. Siapa backing-nya? Diam. Jadi saya agak bingung. Itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada ya kasih tahu saya. Kita beresin," tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa upaya "bersih-bersih" ini didukung penuh oleh Kepala Negara demi mengamankan target pendapatan negara dan stabilitas fiskal tahun 2026.

"Kita dibacking 100 persen oleh Presiden untuk mengamankan pendapatan dan fiskal. Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu kan saya bisa bilang pendapatan pajak nggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini kan saya nggak bisa. Kita beresin betul,” jelasnya.

Purbaya memastikan bahwa tindakan tegas yang diambil akan dilakukan secara terukur dan strategis. Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti tren yang "melemah sebelum patah", sehingga diperlukan intervensi cepat sebelum sistem benar-benar rusak.

"Kita akan tindak tegas secara berimbang dalam pengertian nggak asal ganti-ganti aja tanpa strategi yang jelas. Kalau Anda lihat kan, melemah sebelum patah itu menunjuk melemah terus-terusan," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement