Di hadapan para anggota dewan, Solikin juga menekankan pentingnya koordinasi terintegrasi di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia memandang stabilitas tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berjalan beriringan dengan dorongan pertumbuhan dan perluasan inklusi ekonomi.
"Maknanya adalah kita menjaga resiliensi, mendorong pertumbuhan, dan memperluas inklusi sebagaimana disampaikan oleh Bapak Gubernur Bank Indonesia. Itulah konteks sustainability yang kita anut," tegas Solikin.
Strategi yang dipaparkan Solikin ini menunjukkan komitmen untuk membawa BI lebih proaktif dalam memperkuat ekosistem pasar keuangan demi menjaga stabilitas nilai tukar yang berkelanjutan di tengah tantangan global pada tahun 2026.