Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Bawang Putih Mahal, Kemendag Pastikan Februari Sudah Turun

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 29 Januari 2026 |20:47 WIB
Harga Bawang Putih Mahal, Kemendag Pastikan Februari Sudah Turun
Harga Bawang Putih (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih dan Minyakita segera turun dalam waktu dekat. Hal ini diungkap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan.

Menurutnya, persoalan utama kenaikan harga bawang putih yang sebelumnya disebabkan oleh proses perizinan impor (PI) sudah diselesaikan. Iqbal menegaskan bahwa seluruh PI bawang putih telah diterbitkan dan tercatat dalam Indonesia National Single Window (INSW).

"Jadi seharusnya sih dalam minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya yang diimpor itu," kata Iqbal saat dijumpai di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat pada Kamis (29/1/2026).

Dia menambahkan, sesuai dengan jadwal yang disampaikan para importir, bawang putih impor diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Dengan masuknya pasokan tersebut, harga bawang putih diyakini segera turun.

"Barang bawangnya sudah ada di Tanjung Priuk seharusnya tuh, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun. Akan sesuai dengan harga acuan," jelasnya.

Selain bawang putih, Kemendag juga memantau pergerakan harga Minyakita. Iqbal menyebutkan, harga rata-rata nasional Minyakita menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir.

"Kalau misalnya di minggu lalu itu rata-rata nasional harga MinyaKita itu Rp16.800, sekarang itu sudah menjadi Rp16.500. Terjadi penurunan. Nah ini kita harapkan kalau misalnya ini sudah optimal nanti di akhir bulan ini, itu bisa mencapai harga eceran tertinggi yang telah kita sepakati bersama," lanjut Iqbal.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement