Nursalam menambahkan, kalau dibandingkan 2024 dan 2025, ada sesuatu yang menarik, yaitu pada tahun 2024 Aktivitas transaksi didominasi oleh GOLDUDMic, mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak emas mikro. Sementara pada tahun 2025, Dominasi beralih ke GOLDGR, menandai penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik.
"Kinerja transaksi produk emas ICDX pada 2025 menegaskan arah penguatan pasar emas nasional, dengan fokus pada produk yang stabil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Ke depan, ICDX terus berkomitmen untuk mendorong pendalaman pasar emas melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing,” jelasnya.
Sebagai informasi, GOLDUD merupakan kontrak gulir harian emas USD dengan satuan kontrak 10 troy ons per lot. GOLDUD menggunakan denominasi USD dan mengacu pada harga pasar Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99%. Sementara, GOLDUDMic merupakan versi mikro dari kontrak GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar. Minimum transaksi adalah 1 lot mikro (setara 0,01 kontrak GOLDUD).
Ukuran kontrak yang lebih kecil membuat transaksi emas berbasis USD lebih terjangkau, namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global yang mengacu pada pasar Loco London. Sedangkan GOLDGR merupakan simbol kontrak berjangka emas spesifikasi 100 gram per lot dalam rupiah (IDR). Kualitas emas yang bisa dikirim melalui kontrak ini harus memiliki kemurnian 99,99% dan memiliki nomor seri dan mengidentifikasi cap dari refiner yang disetujui dan terdaftar oleh ICDX.
(Taufik Fajar)