JAKARTA - Kontrak berjangka komoditas emas tercatat mendominasi transaksi multilateral di Bursa Berjangka tahun 2025. Hal ini terlihat dari volume transaksi multilateral di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).
Sepanjang tahun 2025, volume Transaksi Multilateral di ICDX tercatat sebesar 1.175.332 lot, tumbuh 43,9% dibandingkan tahun 2024 dengan volume sebesar 816.473 lot. Dari total transaksi di tahun 2025 tersebut, kontrak berjangka komoditas emas mendominasi volume transaksi, yaitu kontrak GOLDGR dengan volume transaksi sebanyak 281.280 lot dan kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 180.110 lot.
Sementara itu, pada periode sebelumnya yaitu di tahun 2024, juga didominasi oleh kontrak berjangka komoditas emas, yaitu kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 341.155 lot dan kontrak GOLDGR dengan volume transaksi sebanyak 275.222 lot. Adapun transaksi kontrak komoditas emas lain yaitu GOLDUD pada tahun 2025 tercatat sebanyak 43.390 lot, yang pada periode yang sama di tahun 2024 tercatat volume transaksi sebanyak 195.308 lot.
Direktur ICDX Nursalam mengatakan pertumbuhan total volume transaksi pada 2025 didorong oleh pergeseran preferensi pelaku pasar dari kontrak emas berbasis USD menuju kontrak emas rupiah yang lebih stabil dan terstandarisasi. GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, sementara GOLDUD dan GOLDUDMic mengalami penyesuaian volume seiring perubahan strategi dan kebutuhan pasar.
"Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan produk emas ICDX semakin mengarah pada penguatan pasar domestik, dengan GOLDGR sebagai instrumen utama dalam mendukung pendalaman pasar emas nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).
Nursalam menambahkan, kalau dibandingkan 2024 dan 2025, ada sesuatu yang menarik, yaitu pada tahun 2024 Aktivitas transaksi didominasi oleh GOLDUDMic, mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak emas mikro. Sementara pada tahun 2025, Dominasi beralih ke GOLDGR, menandai penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik.
"Kinerja transaksi produk emas ICDX pada 2025 menegaskan arah penguatan pasar emas nasional, dengan fokus pada produk yang stabil, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Ke depan, ICDX terus berkomitmen untuk mendorong pendalaman pasar emas melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing,” jelasnya.
Sebagai informasi, GOLDUD merupakan kontrak gulir harian emas USD dengan satuan kontrak 10 troy ons per lot. GOLDUD menggunakan denominasi USD dan mengacu pada harga pasar Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99%. Sementara, GOLDUDMic merupakan versi mikro dari kontrak GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar. Minimum transaksi adalah 1 lot mikro (setara 0,01 kontrak GOLDUD).
Ukuran kontrak yang lebih kecil membuat transaksi emas berbasis USD lebih terjangkau, namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global yang mengacu pada pasar Loco London. Sedangkan GOLDGR merupakan simbol kontrak berjangka emas spesifikasi 100 gram per lot dalam rupiah (IDR). Kualitas emas yang bisa dikirim melalui kontrak ini harus memiliki kemurnian 99,99% dan memiliki nomor seri dan mengidentifikasi cap dari refiner yang disetujui dan terdaftar oleh ICDX.
(Taufik Fajar)