JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 21.037.426 single investor identification (SID) per akhir Januari 2026.
Angka ini merupakan penambahan sebanyak 673.218 SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 20.364.208 SID, setelah sepanjang 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5.492.569 SID.
Mengutip data BEI, Sabtu (31/1/2026), jumlah investor saham kini hampir menyentuh angka 9 juta SID, tepatnya 8.980.318 SID. Jumlah tersebut meningkat 367.958 SID dibandingkan akhir 2025 yang berada di level 8.612.360 SID, setelah sepanjang tahun 2025 bertambah sebanyak 2.230.916 SID.
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yaitu sebesar 29,28% menjadi Rp43,76 triliun, dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi, dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Data volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami penurunan sebesar 3,69% menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut berubah pada pekan ini, yakni turun sebesar 6,94% sehingga ditutup pada level 8.329,606, dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu.
Kapitalisasi pasar BEI turut mengalami penurunan sebesar 7,37% menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya.
Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun, dan sepanjang tahun 2026 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,88 triliun
(Feby Novalius)