Iman Rachman mengatakan, untuk membenahi gejolak pasar, pihaknya bakal mengikuti masukan MSCI yang menyoroti transparansi data kepemilikan saham di Indonesia. Kondisi ini terjadi karena data sebelumnya yang disampaikan belum sesuai kebutuhan lembaga indeks global tersebut.
“Nah ini tadi hasil diskusi kami, kita sedang mempersiapkan dan melihat bagaimana bisa memenuhi apa yang dibutuhkan MSCI. Sehingga investor kita tidak panik,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Iman menambahkan, pihaknya berkomitmen meningkatkan data free float sebagaimana diminta MSCI, dengan tetap mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan pihaknya akan mulai berkantor di BEI mulai Jumat, 30 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya mengawal reformasi pasar modal.
"Kami fokus pada reformasi, perbaikan menyeluruh, yang berjalan cepat, tepat, dan efektif. Untuk memastikan hal itu, mulai besok kami akan berkantor di sini (BEI)," ujarnya.
Mahendra menambahkan, pihaknya telah bertemu dengan berbagai stakeholders pemerintah untuk membahas strategi reformasi pasar modal, dengan tujuan meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar.
(Feby Novalius)