Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp110 Triliun, Buka 3.000 Lapangan Kerja 

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |20:58 WIB
Danantara Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp110 Triliun, Buka 3.000 Lapangan Kerja 
Danantara (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani resmi melakukan groundbreaking 6 proyek hilirisasi senilai USD7 miliar dollar atau setara Rp118 triliun (kurs:16.870). 

Rosan mengatakan 6 proyek tersebut nantinya akan menyerap sekitar 3.000 lapangan pekerjaan, yang tersebar di seluruh Indonesia. Groundbreaking 6 proyek ini merupakan fase satu dari total 18 proyek yang akan dibangun oleh Pemerintahan Prabowo. 

"Memang dengan 6 proyek ini akan kurang lebih investasinya kami itu mencapai USD7 miliar atau kurang lebih Rp110 triliun, dan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 3.000 lapangan pekerjaan," ujar Rosan saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026).

Adapun keenam proyek tersebut antara lain, fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan alumunium di Mempawah, Kalimantan Barat senilai Rp104,55 triliun (6,23 miliar dolar AS); Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.

Selain itu ada untuk pembangunan pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur; Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah; Proyek peternakan unggas terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB); Dan pabrik garam di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik.

"Kita ketahui investasi hilirisasi yang pertama di bidang smelter alumunium, nilainya kurang lebih 3 miliar dolar, dan juga pada bioavtur, kemudian juga ada bioetanol, kemudian ada garam dan juga integrated peternakan ayam. Tentunya ini juga akan sangat mendukung program-program pemerintah lainnya," kata Rosan. 

 

Ia mengaku investasi pemerintah untuk membangun peternakan ayam ini dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dikerjakan Pemerintah. Sebab menurutnya harga ayam akan melambung tinggi ketika permintaan melonjak signifikan, sedangkan kapasitas produksinya belum bertambah. 

Rosan memaparkan, program MBG kedepan bakal menyasar untuk 82 juta lebih penerima manfaat. Sehingga memerlukan bahan baku yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

"Sehingga kebutuhan ayamnya akan meningkat secara signifikan. Kalau kita tidak antisipasi, harga telur, harga ayam, ini akan meningkat bisa secara signifikan kalau kita tidak antisipasi dari sekarang," pungkas Rosan.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement