JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada seluruh komoditas pangan dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada beras pada akhir 2025.
Prabowo menegaskan, Indonesia kini telah memasuki fase penting dalam perjalanan menuju kemandirian pangan. Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk mendorong kemandirian komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung.
“Sejak 31 Desember 2025, Indonesia sekarang swasembada beras, dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung. Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujarnya saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, pada Minggu (9/2/2026).
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.
Dari sisi cadangan, stok beras Bulog sepanjang 2025 tercatat mencapai 3,25 juta ton dan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat tercatat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, kinerja produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024.