Anindya menambahkan, APEC tahun ini akan dilanjutkan dengan pertemuan puncak pada November di Shenzhen, China, dan disusul G20 di Amerika Serikat pada Desember. Menurutnya, dua negara tersebut merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia.
"Jadi dua negara adikuasa ini tetap penting, buat kita sangat penting, karena memang mitra dagang kita.Jadi yang kita manfaatkan sebaik mungkin karena ya kita tahu Indonesia butuh pertumbuhan, butuh lapangan kerja, dan sekarang mesti pandai-pandai kita bermanuver," tandasnya.
Sektor keuangan dan ketahanan pangan menjadi daya tarik utama investor dari negara-negara Asia Pasifik. Anindya mengatakan, minat investor APEC terhadap Indonesia mencakup sejumlah sektor strategis yang sejalan dengan kebutuhan global dan agenda pembangunan nasional.
"Nomor satu kita lihat sektor tentunya keuangan, kedua sektor agri, dari food, resilience itu penting sekali dibicarakan. Nah bicara dari healthcare dengan biotechnya, jadi benar-benar sangat penting. Terus berikutnya juga sustainability dalam arti kata renewable energy, downstreaming mineral crevice, carbon center," kata Anindya.
(Dani Jumadil Akhir)