JAKARTA — Ruang pelestarian seni tradisional di Jakarta kerap menjadi destinasi wisata, yang akhirnya turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi. Salah satunya Museum Wayang Jakarta yang memiliki konsep tata pamer baru, sentuhan teknologi modern, serta minat kunjungan yang terus meningkat.
Museum Wayang Jakarta pun menjadi contoh bagaimana sektor kebudayaan mampu mendukung pembangunan kota secara langsung.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Museum Wayang tercermin dari jumlah pengunjung yang mencapai 95.244 orang sepanjang Januari–Juni 2024. Capaian tersebut tidak hanya memperlihatkan besarnya minat publik terhadap pelestarian budaya, tetapi juga berdampak pada penerimaan daerah.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda Jakarta, Morris Danny mengatakan, dari kunjungan tersebut, Museum Wayang berhasil mencatat penerimaan retribusi lebih dari Rp840 juta untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Angka ini memperkuat peran museum sebagai aset daerah, tidak hanya sebagai ruang edukasi, namun juga penghasil pemasukan yang berkelanjutan,” ujarnya.