Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi Tekan Ketergantungan LPG dan Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 14 Februari 2026 |16:29 WIB
Strategi Tekan Ketergantungan LPG dan Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Rumah Energi dan PT Insight Investment Management mengembangkan biogas dan Solar Dryer House. (Foto: Okezone.com/Rumah Energi)
A
A
A

JAKARTA – Energi terbarukan menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Di Kabupaten Sukabumi, dikembangkan fasilitas biogas dan Solar Dryer House yang menjadi langkah konkret untuk mengolah limbah organik menjadi energi bersih dan memanfaatkan energi matahari untuk pengeringan hasil pertanian.

Teknologi ini tidak hanya mengurangi konsumsi energi fosil, tetapi juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pengembangan tersebut dilakukan oleh Rumah Energi dan PT Insight Investment Management dalam usaha meluaskan cakupan wilayah desa energi.

Direktur Rumah Energi, Sumanda Tondang menjelaskan bahwa pendekatan teknologi tepat guna berbasis komunitas merupakan kunci keberlanjutan program.

“Biogas dan Solar Dryer House bukan sekadar infrastruktur, tetapi sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. Ketika masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga pengelolaan, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” jelasnya, Sabtu (14/2/2026).

Pemanfaatan biogas ini berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap LPG serta berpotensi menurunkan emisi karbon hingga sekitar 2,5 ton CO₂e per tahun. Selain itu, residu biogas dapat diolah menjadi pupuk cair dan padat yang mendukung pertanian ramah lingkungan.

Sementara itu, Solar Dryer House di Kampung Babakan Asem hadir sebagai solusi atas persoalan pengeringan pascapanen bawang merah dan padi yang selama ini masih bergantung pada penjemuran terbuka. Teknologi pengering berbasis energi matahari ini dirancang untuk menjaga kestabilan suhu, sehingga kualitas hasil panen lebih merata dan bernilai jual lebih tinggi.

Melalui peresmian biogas dan Solar Dryer House ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap energi ramah lingkungan, tetapi juga diperkuat kapasitasnya dalam mengelola sumber daya. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi, serta dapat meningkatkan perekonomian di dua desa tersebut.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement