"Dengan layanan pinjaman mikro, masyarakat pelaku UMKM mendapatkan akses modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha. Selain itu, dengan adanya Layanan Bank Emas Pegadaian, masyarakat semakin dimudahkan dalam merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun digital," ucapnya.
Selama 2025, imbuhnya, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk Gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki.
"Pegadaian hadir menyambut kepercayaan masyarakat tersebut dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan," kata Damar.
Sementara itu, secara terpisah Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menyatakan harapan dan tantangan Pegadaian pada 2026. "Kondisi perekonomian yang stabil dan geopolitik global yang kondusif akan menjadi faktor penentu terhadap pencapaian target kinerja pada 2026," tuturnya.
Namun demikian, Ferdian tetap optimis bahwa dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi dan transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, Pegadaian akan mampu menjawab setiap tantangan untuk terus mewujudkan kinerja yang bertumbuh, bisnis yang berkembang, tata kelola yang sehat serta layanan operasional yang aman.
Selain itu, Ferdian juga menambahkan bahwa kinerja Pegadaian ke depan akan didorong dengan strategi peningkatan market share dan optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!. Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran aplikasi TRING! diharapkan dapat menyempurnakan ekosistem Layanan Bank Emas Pegadaian dengan memberikan kemudahan dalam berinteraksi, kecepatan dalam bertransaksi serta kenyamanan dalam berinvestasi emas, kapan saja dan dimana saja hanya dalam genggaman.