Adapun Inalum dan Antam akan menggarap proyek ini melalui perusahaan joint venture mereka, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), dengan total investasi mencapai US$ 6,32 miliar atau setara dengan Rp 104,55 triliun.
Proyek hilirisasi dapat menimbulkan multiplier effect bersifat jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan output ekonomi domestik secara signifikan. Diperkirakan akan terdapat peningkatan Produk Domestik Bruto sekitar Rp 71,8 triliun per tahun.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi memperkuat penerimaan negara sekitar Rp6,6 triliun per tahun dan berpotensi menyerap sekitar 65 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional dan sektor pendukung.
“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.