Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menhub: Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |10:52 WIB
Menhub: Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik
Menag dan Menhub soal Masjid Jadi Rest Area Pemudik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta pada Senin 23 Februari 2026 kemarin. Pertemuan ini dalam rangka kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemanfaatan rumah ibadah bagi para pemudik.

Menhub Dudy menyampaikan permohonan dukungan dari Kementerian Agama terkait rencana pemanfaatan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. 

Masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Menhub Dudy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).

Selain pemanfaatan rumah ibadah, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.

Lebih lanjut ia mengatakan, sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi penting mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.

“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” tuturnya.

 

Dia menambahkan berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. 

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang, namun pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

Mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa Lebaran diperkirakan bertujuan untuk mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman, yang mencapai sekitar 66 persen dari total responden survei.

“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” katanya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement