JAKARTA — CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, melakukan pertemuan dengan pimpinan Related Fund Management (RFM) dalam lawatan delegasi Indonesia ke Washington pada awal pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan menekankan bahwa diskusi difokuskan pada pengembangan kawasan properti yang dapat dikonsolidasikan oleh Danantara.
“Kami membahas potensi kolaborasi pengembangan properti dan kawasan bersama Danantara,” ujar Rosan dalam unggahan Instagram resminya, Kamis (26/2/2026).
Dia menuturkan, diskusi maupun interaksi dengan korporasi global bertujuan menunjukkan kepada dunia internasional ketahanan ekonomi nasional.
“Semangat kolaborasi ini terus menambah keyakinan investor global terhadap stabilitas dan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Rosan.
Adapun Related Fund Management menjadi salah satu dari 12 pihak yang ditemui Prabowo Subianto pada sela-sela perjanjian tarif dagang AS-Indonesia, yang berlangsung pada Jumat (20/2) di Washington, D.C.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo dalam pertemuan itu membuka peluang investasi untuk memperbesar rantai ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi kepentingan Indonesia.
Sebelumnya, Danantara juga menyepakati perjanjian kerangka kerja dengan perusahaan teknologi global, ARM Limited, di London, Inggris, pada Senin (23/2).
Kesepakatan ini digadang-gadang menandai komitmen besar pemerintah dalam mendorong penguasaan teknologi semikonduktor sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis inovasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.