"Diharapkan segera rampung pada semester I 2026, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," katanya.
Menurut Rohan, penggabungan tersebut juga bertujuan agar sesama maskapai negara tidak saling bersaing di rute-rute gemuk saja. Dengan demikian, maskapai milik negara berpeluang melayani rute lain agar konektivitas meningkat.
"Jumlah pesawatnya jadi lebih banyak kalau bergabung. Rute yang sama bisa di masing-masing hanya 60 persen, tetapi kalau digabung penuh bisa optimal. Misalnya tujuan Surabaya yang populer: Citilink ada, Pelita ada, Garuda ada. Kenapa tidak satu flight saja," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.