Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gabungkan Garuda, Citilink dan Pelita Air, Danantara Fokus Perbaiki Kinerja hingga Jam Kerja Kru

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |19:31 WIB
Gabungkan Garuda, Citilink dan Pelita Air, Danantara Fokus Perbaiki Kinerja hingga Jam Kerja Kru
Pembentukan holding maskapai yang melibatkan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA – Danantara Indonesia menyiapkan beberapa skema pembentukan holding maskapai yang melibatkan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Opsi yang dipilih akan difokuskan pada penggabungan yang paling efisien untuk kinerja perusahaan, sementara kajian tengah dilakukan untuk menentukan bentuk optimalnya.

"Keputusannya nanti berdasarkan hasil akhir: efisiensinya di mana dan berapa. Mana yang lebih efisien, apakah menggabungkan menjadi satu PT atau aliansi co-working, satu kolega saja, kolaborasi saja," ujar Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, di Wisma Danantara, Jumat (27/2/2026).

Rohan mengatakan, penggabungan tiga maskapai tersebut nantinya bisa saja mengubah sistem pemesanan tiket. Jika sebelumnya pemesanan dilakukan di masing-masing maskapai, ke depan dimungkinkan sistem pemesanan terintegrasi dalam satu platform.

"Kalau PT masing-masing masih bisa, tetapi booking order-nya satu, maintenance-nya satu, ground handling-nya satu, termasuk kru pesawatnya juga menjadi satu," tambahnya.

Rohan menilai jam kerja kru pesawat di perusahaan pelat merah saat ini masih kurang efisien. Dengan penggabungan ketiga maskapai, diharapkan kru dapat ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan operasional.

"Mungkin jam terbang pilot dan pramugari, karena jumlah pesawat sedang menunggu servis, berarti bisa ditempatkan di Citilink, Garuda, atau Pelita. Coba tanya pramugari Super Air Jet atau Lion berapa kali terbang per hari, lalu bandingkan dengan pramugari Garuda atau Citilink berapa kali," lanjutnya.

 

Ia menyebut target penggabungan tiga maskapai pelat merah itu diharapkan rampung pada 2026 sehingga dapat segera memberi dampak positif terhadap kinerja keuangan Garuda yang saat ini masih memiliki catatan negatif.

"Diharapkan segera rampung pada semester I 2026, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," katanya.

Menurut Rohan, penggabungan tersebut juga bertujuan agar sesama maskapai negara tidak saling bersaing di rute-rute gemuk saja. Dengan demikian, maskapai milik negara berpeluang melayani rute lain agar konektivitas meningkat.

"Jumlah pesawatnya jadi lebih banyak kalau bergabung. Rute yang sama bisa di masing-masing hanya 60 persen, tetapi kalau digabung penuh bisa optimal. Misalnya tujuan Surabaya yang populer: Citilink ada, Pelita ada, Garuda ada. Kenapa tidak satu flight saja," pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement