“Tingkat inflasi Februari 2026 yang bertepatan dengan momen Ramadan ini masih lebih rendah dibandingkan momen Ramadan 2022 (April 2022) dan Ramadan 2025 (Maret 2025),” jelas Ateng.
Ateng melanjutkan bahwa secara umum, komoditas bergejolak serta komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab utama inflasi di setiap momen Ramadan.
Sebelumnya, BPS mencatat pada bulan Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen (month-to-month) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026.
Sementara tahun lalu, pada bulan Februari terjadi deflasi sebesar 0,48 persen. Secara tahun kalender, inflasi masih terjaga pada angka 0,53 persen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.