JAKARTA - PT Akulaku Finance Indonesia meraih laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp108 miliar pada 2025. Peningkatan profitabilitas tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan sekaligus menjadi landasan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
"Kinerja 2025 menunjukkan kami mampu bertumbuh kuat dengan profitabilitas yang semakin sehat dan kualitas aset yang tetap terjaga. Memasuki 2026, kami akan melangkah lebih progresif dengan strategi ekspansi yang adaptif," ujarnya di Jakarta dikutip, Jumat (6/3/2026).
Kemudian Akulaku Finance Indonesia mencatat pembiayaan baru senilai Rp7,44 triliun sepanjang tahun buku 2025 (unaudited). Realisasi tersebut meningkat 23 persen dibandingkan penyaluran pembiayaan pada 2024.
Pertumbuhan pembiayaan terutama didorong oleh ekspansi produk buy now pay later (BNPL) yang menjadi kontributor utama portofolio perusahaan dengan porsi sekitar 89 persen.
Selain peningkatan penyaluran pembiayaan, pertumbuhan laba juga didorong oleh diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi biaya dana melalui kolaborasi strategis, serta efisiensi operasional.
Di sisi kualitas aset, perusahaan melaporkan rasio non-performing financing (NPF) bersih berada di level 1,1 persen pada akhir 2025. Angka tersebut mencerminkan kondisi portofolio pembiayaan yang tetap sehat di tengah ekspansi bisnis.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.