Airlangga menambahkan, program tersebut juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.
“Ini tantangan jangka panjang dan menengah yang tidak bisa kita korbankan demi kepentingan jangka pendek,” tambahnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui bahwa Danantara masih tergolong lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global.
“Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
“Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu, perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.