"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujarnya.
Bahlil mengatakan ketersediaan stok BBM nasional tidak menjadi masalah meski hanya mencukupi hingga 21 hari. Justru yang perlu menjadi perhatian serius adalah dampak kenaikan harga yang telah melampaui asumsi makro APBN. Kondisi ini praktis mengancam anggaran subsidi yang membengkak jika harus menutup kekurangan yang lebih besar.
"Problem kita sekarang bukan stok. Stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita sekarang tinggal di harga. Nah, kita sekarang sedang meng-exercise untuk melakukan langkah yang komprehensif," sambungnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.