Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PHE Siapkan 800 Sumur Tingkatkan Produksi Migas di 2026

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |08:59 WIB
PHE Siapkan 800 Sumur Tingkatkan Produksi Migas di 2026
PHE Siapkan 800 Sumur Tingkatkan Produksi Migas di 2026 (Foto: PHE)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon di tengah tantangan industri energi global.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27% wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional. 

Kontribusi Migas PHE

Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65% lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari (MBOPD) serta 35% lifting gas domestik sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD). 

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan perusahaan terus mendorong berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan kondisi geopolitik serta kompleksitas operasional yang semakin meningkat.

"Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

PHE Siapkan 800 Sumur Tingkatkan Produksi Migas (Foto: PHE)
PHE Siapkan 800 Sumur Tingkatkan Produksi Migas

Produksi Migas PHE

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), dengan rincian 557 MBOPD dan 2,8 BCFD. Selain menjaga kinerja produksi, PHE juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE) serta implementasi berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

 

Strategi PHE Tingkatkan Produksi Migas

Di tahun 2026, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline, meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional. 

Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, disertai kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi (km2) serta serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan. 

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi EOR untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) dan peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

PHE menjalankan Dual Growth Strategy, yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi. 

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE terus berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement