Meskipun belanja dipacu kencang, tekanan terhadap defisit berhasil diredam oleh penerimaan negara yang tetap tumbuh positif. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp358 triliun (tumbuh 12,8 persen yoy), dengan sektor perpajakan menjadi motor utama.
Penerimaan pajak mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh kuat sebesar 30,4 persen. Untuk Kepabeanan dan Cukai, meski sempat terkontraksi, data terbaru menunjukkan cukai sudah kembali tumbuh 7 persen. Purbaya menyimpulkan bahwa postur fiskal saat ini membuktikan peran APBN yang berjalan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak roda ekonomi.
"Secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.