Bahlil mengatakan BBM jenis non-subsidi diperkirakan akan tetap mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Naik atau turunnya harga minyak mentah akan menentukan harga BBM non-subsidi di pasar.
"Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika, dan Iran, harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar," lanjutnya.
Presiden Prabowo Subianto menilai gejolak harga minyak global dapat berdampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk harga pangan. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM.
“Tentunya kita harus melakukan langkah-langkah proaktif, dalam arti kita perlu penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap semuanya aman; kita bersyukur aman, tetapi tetap harus mengurangi konsumsi BBM,” kata Prabowo.
Sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa. Thailand dan Vietnam mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas dan berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.