Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap-Siap Bagi THR! 1 Juta Warga Sudah Tukar Uang Baru di Lebaran 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 16 Maret 2026 |21:05 WIB
Siap-Siap Bagi THR! 1 Juta Warga Sudah Tukar Uang Baru di Lebaran 2026
Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan drastis warga yang menukarkan uang layak edar hingga mencapai 1.076.282 orang. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan drastis warga yang menukarkan uang layak edar hingga mencapai 1.076.282 orang per 13 Maret 2026. Angka ini meroket 85,4 persen dibanding tahun lalu, yang memicu BI untuk hampir melipatgandakan titik layanan penukaran menjadi 9.294 lokasi di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh. Anwar Bashori menjelaskan bahwa kenaikan signifikan ini direspons BI dengan memperluas titik layanan penukaran dari 5.202 lokasi menjadi 9.294 titik layanan di seluruh Indonesia tahun ini.

“Sehingga akses masyarakat terhadap layanan penukaran semakin luas dan mudah,” tutur Anwar dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

Guna memfasilitasi kebutuhan uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi (THR) di tengah tingginya mobilitas, BI menggelar program tambahan bertajuk "SERAMBI Peduli Mudik" pada 16–17 Maret 2026. Layanan ini tersedia di 55 titik strategis arus mudik, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga rest area.

Tersedia kuota sekitar 11.900 paket penukaran khusus untuk layanan tambahan ini. BI menjamin bahwa stok uang Rupiah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi selama Ramadan dan Lebaran.

“BI memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai melalui berbagai kanal layanan resmi, baik kas keliling, layanan terpadu, maupun perbankan,” ungkap Anwar.

 

Di tengah tingginya permintaan, BI kembali mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat menghindari jasa penukaran uang tidak resmi atau mekanisme jual-beli uang di pinggir jalan. Selain biaya tambahan yang merugikan, risiko uang palsu menjadi ancaman utama.

Anwar menyebutkan beberapa risiko fatal penukaran ilegal seperti keaslian uang tidak terjamin, jumlah uang sulit dipastikan akurat (risiko selisih hitung), tidak adanya perlindungan konsumen atau pertanggungjawaban hukum, serta rawan menjadi modus penipuan finansial.

BI mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan jalur resmi di perbankan maupun kas keliling BI guna memastikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi selama Idulfitri.
 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement