Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Ada Produk Impor, Bagaimana Nasib TKDN Migas di RI?

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2026 |18:33 WIB
Masih Ada Produk Impor, Bagaimana Nasib TKDN Migas di RI?
Indonesia telah membangun kemampuan industri penunjang migas. (Foto: Okezone.com/Feby)
A
A
A
Fenomena ini, lanjut Kus, bukan semata-mata dinamika pasar bebas. Ketika produk lokal tidak mendapat ruang yang adil, yang terjadi bukan lagi kompetisi sehat, melainkan pergeseran peran secara sistematis.

Analogi dangdut kembali menjadi relevan. Dangdut akan tetap hidup, bahkan jika dinyanyikan oleh siapa saja. Namun, ketika pelaku aslinya tersingkir dari panggungnya sendiri, ada ruh yang hilang—identitas yang perlahan memudar.

Hal yang sama berlaku di sektor migas. Industri bisa tetap berjalan dengan dukungan produk impor. Tetapi kemandirian nasional, daya saing industri lokal, dan keberlanjutan jangka panjang menjadi taruhan besar.

"Sebab pada akhirnya, baik di panggung musik maupun panggung industri strategis, persoalannya sama, siapa yang diberi ruang, siapa yang dipercaya, dan siapa yang benar-benar menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," ujarnya

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement