JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak laba bersih USD1,4 miliar atau setara Rp23,6 triliun sepanjang 2025. Emiten milik miliarder Prajogo Pangestu ini sekaligus mempercepat transformasi bisnis terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Chandra Asri membukukan kinerja yang kuat pada 2025 dengan menghasilkan profitabilitas sebesar USD1,4 miliar serta mempertahankan neraca yang tangguh dengan likuiditas lebih dari USD3 miliar. Hal ini mencerminkan kekuatan platform terintegrasi kami serta disiplin dalam eksekusi,” ujar Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group Andre Khor dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Perseroan terus mendorong penguatan tiga pilar strategis yaitu energi, kimia, dan infrastruktur dengan menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami memasuki tahun 2026 dengan momentum yang kuat, didukung oleh kinerja operasional yang solid serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis terbaru. Meskipun kondisi pasar tetap dinamis, platform terintegrasi dan disiplin eksekusi kami menempatkan kami pada posisi yang baik untuk membukukan kinerja yang tangguh pada kuartal pertama serta berkelanjutan ke depan,” tambah Andre.
Sepanjang 2025, total aset Perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat secara year-on-year menjadi hampir USD12,4 miliar, mencerminkan penguatan neraca serta ekspansi skala operasional seiring realisasi akuisisi dan investasi strategis.
Pendapatan bersih tercatat meningkat signifikan menjadi sekitar USD7 miliar, sementara laba bersih mencapai USD1,4 miliar, didukung oleh portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi serta integrasi yang semakin kuat di seluruh lini bisnis.
Memasuki 2026, Perseroan menargetkan pencapaian laba operasi pada level rekor di kuartal pertama, seiring berlanjutnya momentum operasional dan kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan sejak 2024.
Pada pilar energi, Perseroan mengakselerasi transformasi melalui integrasi Aster Chemicals and Energy, sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park, hasil akuisisi bersama Glencore. Kompleks kilang dan kimia kelas dunia ini memperkuat jalur dekarbonisasi sekaligus mendukung ambisi keberlanjutan jangka panjang Perseroan.
Ekspansi regional turut diperkuat melalui akuisisi jaringan ritel Esso milik ExxonMobil di Singapura yang efektif pada 1 Januari 2026, setelah penandatanganan Conditional SPA pada Oktober 2025. Transaksi ini didukung oleh pembiayaan khusus senilai USD 750 juta dari KKR dan memperkuat pengembangan platform energi terintegrasi di Asia Tenggara.
Pada pilar kimia, TPIA memperluas portofolio hilir melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions (APS), dengan kapasitas High Density Polyethylene (HDPE) sebesar 400 KTA. Langkah ini memperkuat jaringan pemasaran terintegrasi Perseroan di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia.
Di dalam negeri, proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai sekitar USD 800 juta telah mencapai progres lebih dari 50% dan tetap on track untuk mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Proyek ini turut didukung oleh investasi strategis dari Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) sebesar USD200 juta, guna memperkuat rantai nilai industri nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Sementara itu, pada pilar infrastruktur melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group), Perseroan terus memperkuat perannya sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama, mencakup sektor kelistrikan, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Pada sektor logistik, armada Perseroan kini mencakup 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 truk, seiring peningkatan kapasitas untuk memenuhi permintaan industri.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.