Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil Tegaskan Harga BBM Tidak Naik di Tengah Konflik Timur Tengah

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 28 Maret 2026 |07:17 WIB
Bahlil Tegaskan Harga BBM Tidak Naik di Tengah Konflik Timur Tengah
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga maupun pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), meskipun situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, terus berkembang dinamis.

Bahlil menyampaikan, hingga saat ini pemerintah masih mempertahankan kebijakan subsidi energi seperti yang berlaku saat ini. Tidak ada opsi pembatasan subsidi maupun penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

"Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi. Masih tetap sama," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian.

Ia menekankan, pemerintah memilih bersikap hati-hati dalam merespons gejolak global yang dapat berubah dengan cepat, baik dalam hitungan mingguan maupun bulanan. Oleh karena itu, setiap kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini.

"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan," lanjut Bahlil.

 

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga. Hal ini dinilai lebih penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Baca selengkapnya: Bahlil: Belum Ada Kenaikan Harga BBM Imbas Konflik Timur Tengah

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement