"Salah satu penyebab melonjaknya jumlah rekening kelompok terbawah mungkin karena masyarakat harus membuat rekening baru ketika menerima bantuan sosial atau mengikuti program tertentu. Rekening ini sebenarnya tidak berfungsi optimal sebagai sarana menabung," jelasnya.
Fenomena ini menjadi alarm bagi pembuat kebijakan. Penguasaan aset keuangan yang terkonsentrasi pada segelintir pihak berisiko memperburuk ketimpangan sosial-ekonomi di masa depan.
“Fenomena simpanan di bank umum ini perlu menjadi pertimbangan otoritas ekonomi sebagai salah satu indikator ketimpangan. Jika ditambahkan dengan kepemilikan atas surat berharga, ketimpangan kepemilikan aset keuangan dipastikan makin mencolok,” tegas Awalil.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.