Sementara, hasil riset tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi mudik semakin kuat. "Temuan riset menunjukkan kereta api tidak hanya dipilih karena kenyamanan, tetapi juga karena efisiensi waktu dan tingkat keamanan yang dirasakan masyarakat, khususnya pada periode arus mudik Lebaran," kata
Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan TI Antara Rachmat Hidayat
Dia menambahkan digitalisasi layanan turut berperan penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat. "Dominasi pembelian tiket secara online serta tingginya kepuasan terhadap proses boarding menunjukkan transformasi digital layanan kereta api telah memberikan kemudahan yang signifikan bagi pengguna," kata dia.
Riset tersebut mencatat responden didominasi perempuan sebesar 56 persen dan laki-laki 44 persen. Mayoritas responden berasal dari generasi Z sebesar 66 persen, disusul milenial 18,3 persen, gen Alpha 8,6 persen, dan gen X 6,3 persen.
Berdasarkan pekerjaan, responden terbanyak merupakan pelajar atau mahasiswa sebesar 41,2 persen, disusul pegawai swasta 35,1 persen dan wiraswasta 7,1 persen.
Dari sisi layanan di stasiun, mayoritas responden menilai fasilitas KAI dalam kondisi baik. Kebersihan ruang tunggu dinilai baik oleh 86,6 persen responden, kebersihan toilet 84,3 persen, serta ketanggapan petugas 91,1 persen.
Dalam proses boarding, sebanyak 61,2 persen penumpang masih menggunakan boarding manual, sedangkan 38,8 persen menggunakan face recognition. Tingkat kepuasan terhadap proses boarding mencapai 93,7 persen.
Selain itu, integrasi antarmoda dinilai baik oleh 86 persen responden dan kemudahan akses layanan KAI di perkotaan mencapai 93,7 persen. Pada layanan di dalam kereta, kelas ekonomi menjadi pilihan utama responden sebesar 58 persen, diikuti kelas eksekutif 36,9 persen dan kelas bisnis 4,3 persen.