JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja nilai ekspor Indonesia USD22,17 miliar pada Februari 2026. Angka ekspor ini naik tipis 1,01 persen jika dibandingkan Februari 2025 (yoy). Sedangkan untuk ekspor migas tercatat USD1,08 miliar atau turun 4,25 persen. Untuk ekspor non migas naik 1,30 persen dengan nilai USD21,09 miliar secara yoy.
“Peningkatan nilai ekspor Februari 2026 secara tahunan tersebut terutama didorong oleh peningkatan nilai ekspor non migas yaitu beberapa komoditi terutama yang meningkat pertama, lemak dan minyak hewan nabati,” jelas Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Kemudian nikel dan daripadanya serta mesin dan perlengkapan bagiannya juga meningkat.
Sementara, BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD44,32 miliar. Ateng mengatakan, nilai ekspor Februari 2026 ini naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sepanjang Januari hingga Februari 2026 total nilai ekspor mencapai USD44,32 miliar atau naik 2,19 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau periode Januari dan Februari 2025," kata Ateng.
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD1,97 miliar atau turun sebesar 9,75 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 2,82 persen senilai USD42,35 miliar.
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya kinerja ekspor non migas periode Januari-Februari 2026 yang naik 8,19 persen (yoy) dengan andil sebesar 5,30 persen.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit dan nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan elektronik lainnya, serta juga sektor kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor non migas ke China tercatat USD10,46 miliar pada Februari 2026 atau naik 18,24 persen, disusul Amerika Serikat, India dan Uni Eropa mengalami peningkatan. Sementara untuk ekspor non migas ke Asean mengalami penurunan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.