Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waskita Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Kontrak Baru Rp12,52 Triliun

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |20:41 WIB
Waskita Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Kontrak Baru Rp12,52 Triliun
Laba Waskita Karya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat laba bruto Rp1,58 triliun di 2025, atau naik sekitar 12 persen dibandingkan 2024 yaitu Rp1,41 triliun. Perseroan juga mencatatkan Gross Profit Margin sebesar 18 persen pada 2025, membaik dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 13 persen.

"Peningkatan laba bruto itu berhasil diraih berkat strategi efisiensi operasional proyek yang dijalankan, tidak hanya di induk perusahaan tapi juga pada anak usaha," jelas Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, Kamis (2/4/2026).

Perseroan juga terus melakukan penyehatan keuangan. Upaya ini ditandai dengan perolehan total pendapatan atau revenue secara konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun pada tahun ini. Angka tersebut didukung oleh kontribusi anak usaha sebesar Rp3,1 triliun, sementara pendapatan dari induk mencapai Rp5,75 triliun.

Ermy mengatakan, pendapatan perseroan ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah dikerjakan. Pendapatan berdasarkan segmentasi usaha bersumber dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, Sumber Daya Air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, serta lainnya sebesar Rp0,9 triliun.

Pencatatan pendapatan tersebut, lanjutnya, sebagian besar diperoleh dari proyek pemerintah. Hal ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung sejumlah program pemerintah.

Ermy menambahkan, saat ini perseroan masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau 82 persen dari pendapatan usaha. 

Selain proyek baru yang harus diselesaikan sesuai kontrak, perseroan juga terus menyelesaikan outstanding proyek lama yang masih memerlukan cash to completion dan menargetkan seluruh proyek lama diselesaikan pada 2026.

Guna menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengerjaan proyek, perusahaan pun mengimplementasikan lean organization dan terus melakukan transformasi digital pada berbagai bidang. Pada bidang operasional, perseroan mengintegrasikan Core System ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan perencanaan Last Planner System (LPS).

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement