“Melihat catatan transaksi sepanjang kuartal I 2026, kami proyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut sampai akhir tahun. Kami optimis, di akhir 2026 transaksi akan tumbuh di kisaran 20 persen dibandingkan tahun 2025," imbuhnya.
Selain mengejar volume, ICDX juga berkomitmen mendorong transaksi multilateral sebagai instrumen lindung nilai (hedging) bagi pelaku usaha. Saat ini, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi basis kontrak berjangka di ICDX, yaitu emas, mata uang, dan minyak mentah.
Sebagai informasi tambahan, sepanjang tahun 2025, ICDX membukukan total volume transaksi sebesar 10.334.487 lot dengan nilai mencapai Rp31.999 triliun. Dengan capaian kuartal I yang sudah menembus angka Rp12 triliun, bursa komoditi ini berada dalam jalur yang tepat untuk melampaui rekor tahun sebelumnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.