Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diprediksi 5,5%, Prabowo Jaga Rasio Utang Tak Jebol

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |07:25 WIB
Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diprediksi 5,5%, Prabowo Jaga Rasio Utang Tak Jebol
Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diprediksi 5,5%, Prabowo Jaga Rasio Utang Tak Jebol (Foto: Menteri Kabinet Merah Putih/Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,5% pada kuartal I-2026. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 tetap terjaga kuat dan stabil di tengah ketidakpastian global. Fundamental ekonomi, terutama konsumsi rumah tangga dan sejumlah indikator makro digadang-gadang dalam performa stabil.

“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai 5,5% Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54% dari PDB,” kata Airlangga selepas Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (8/4/2026).

Dari sisi fiskal, kinerja APBN diklaim juga menunjukkan peran yang signifikan dengan didukung penerimaan pajak hingga akhir kuartal pertama yang meningkat. 

“Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 (triliun) dan manufaktur juga ekspansif,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan kondisi ketahanan pangan nasional yang juga menunjukkan tren positif. Menurutnya, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton.

“Ketahanan pangan kita juga relatif kuat, produksi beras di 2025, 34,7 (juta ton) dan stok bulog sebesar 4,6 juta ton,” katanya.

 

Meskipun demikian, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang dinilai dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara.

“Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun,” ujarnya.

Airlangga juga menjelaskan soal komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal, khususnya dalam pengelolaan rasio utang dan defisit anggaran. "Bapak Presiden (Prabowo) tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40%, walaupun undang-undang menyiapkan sampai 60%. Demikian pula juga budget deficit dijaga di level 3% dan juga ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun,” katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement